Pesona Air Terjun Tujuh Timbulun Lengayang

Tak bisa dimungkiri nikmat Tuhan tak bertepi, hanya manusia saja yang ingkar dengan nikmat tersebut. Dari Tujuh Timbulun tak satupun yang serupa kecuali airnya dan masing-masing timbulun menampilkan pesona yang menakjubkan.

Wali Nagari Lakitan Tengah, Irwandi yang ikut serta dalam rombongan menumpangkan harapan besar kepada pemerintah kabupaten dalam pengelolaan ke Tujuh Timbulun itu.

Ia mengakui karena medan yang sulit dan jarak yang relatif jauh akan membutuhkan biaya yang besar serta komitmen yang kuat dalam pengelolaannya.

Maka dari itu menurutnya peran pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan.

"Jika Tujuh Timbulun dikelola dengan maksimal tentu akan menjadi daya dobrak dunia pariwisata Pesisir Selatan," kata dia.

Camat Lengayang mengungkap kekaguman setelah mengunjungi ke Tujuh Timbulun, katanya, rasa letih dibayar lunas bahkan lebih oleh keindahan pemandangan di sana.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah akses jalan dan pengelolaannya," kata dia.

Ia mengaku akan maksimal membicarakan rencana pengembangan wisata Tujuh Timbulun dengan kepala daerah setempat.

Timbulun Tujuh dapat dicapai dengan waktu 2 jam berkendara dari Ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan, setelah itu berjalan kaki lebih kurang satu jam ditemani pemandu dari warga sekitar maka pesona keindahan alam itu akan ditemukan.

Dukungan Kabupaten

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Zefnihan mengatakan di daerah itu terdapat empat lokasi yang dijadikan sebagai rencana induk pengembangan pariwisata.

Daerah tersebut di antaranya Pantai Carocok dan Mandeh, Painan dan Bukit Langkisau, Pantai Pasir Putih Kambang dan Rumah Adat Mandeh Rubiah.

Sejalan dengan rencana pengembangan itu maka ditentukan juga daerah penyangga, khusus Pantai Pasir Putih Kambang akan disangga oleh beberapa objek wisata di Kecamatan Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir dan Linggo Sari Baganti.

Bagi objek wisata penyangga yang belum dikembangkan berpeluang menjadi destinasi wisata termasuk Tujuh Timbulun di Kecamatan Lengayang.

Zefnihan menyebutkan yang dibutuhkan hanya keseriusan nagari dalam mengembangkannya, mulai dari pembebasan lahan hingga penganggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari.

Ia meyakini jika nagari serius bukan tidak mungkin destinasi wisata tersebut akan ramai dan seterusnya bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Nagari yang ada di setiap nagari.

"Jika sudah ramai dan juga sudah ada perputaran uang di lokasi, tidak ada alasan bagi kabupaten untuk tidak serta dalam pengelolaannya," kata Zefnihan.

Ia pun mengapresiasi langkah peduli rombongan yang diketuai Camat Lengayang, Gusdan Yuwelmi mengeksplorasi keindahan Tujuh Timbulun.

"Pariwisata merupakan langkah efektif dalam mendongkrak ekonomi masyarakat terutama bagi mereka yang ikut berkecimpung di dalamnya," katanya. (*)


0 Comments